Laman

Tampilkan postingan dengan label Teks Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teks Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 November 2017

Soal (Essay) Teks Eksplanasi

Soal latihan:
1. Apa itu teks eksplanasi
2. Bagaimana struktur teks eksplanasi
3. Tuliskan langkah-langkah menulis teks eksplanasi
4. Tuliskan cara menyunting teks eksplanasi
5. Ciri kebahasaan teks eksplanasi adalah

Rabu, 08 November 2017

Latihan Soal Teks Eksplanasi

Soal:
1. Apa yang dimaksud dengan teks eksplanasi?  
2. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri teks eksplanasi?
3. Apakah tulisan yang bersifat ilmiah termasuk teks eksplanasi?
4. Sebutkan urutan sistematika penulisan teks eksplanasi?

Jawaban:
1. Teks ekplanasi teks yang lebih berisi kepada sebuah proses yang mengarah kepada 'mengapa' dan 'bagaimana' suatu peristiwa baik secara sosial, budaya dan lain-lain.

2. Ciri-ciri teks eksplanasi adalah:

- Memiliki struktur yang terdiri atas; penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
- Pengambilan muatan informasi yang berdasarkan data yang faktual.
Faktual, yang bersifat ilmiah/keilmuan, contohnya sains.
- Sifatnya informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas, maka teks eksplanasi bersifat netral.
- Menggunakan kalimat yang bersifat mengurutkan.
Seperti:
Pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya.
Pertama, berikutnya, terakhir.

3. Ya termasuk, karena salah 1 ciri teks eksplanasi adalah bersifat ilmiah.


4. Urutan sistematika penulisan teks ekplanasi:

- Pernyataan umum: berisi mengenai topik yang akan dijelaskan proses terjadinya/proses keberadaan.
- Urutan sebab akibat: berisi mengenai detail penjelasan proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
- Interpretasi: berisi tentang kesimpulan mengenai topik yang telah dijelaskan sebelumnya.

Minggu, 05 November 2017

Latihan

Review soal
1. Orang yang mengatur jalannya diskusi disebut..
A. Moderator.
B. Penyanji.
C. Notulen.
D. Pemateri.
E. Pendengar.

2. Perhatikan ciri-ciri dibawah ini!
(1)kelompok bicara 2 arah
(2)kelompok berbicara 1 arah
(3)penyampaian lisan di depan umum
(4)berisi mengenai hal-hal teologis, agama atau manusia dalam konteks saat ini.
(5)tidak memerlukan reaksi dalam bentuk bicara
Yang merupakan ciri-ciri dari ceramah ditunjukkan nomor..
A. (1) dan (5).
B. (2) dan (5).
C. (2) dan (4).
D. (4) dan (3).
E. (1) dan (3).

3. Berikut adalah alur cerpen secara benar..
A. Orientasi - komplikasi - klimaks - abstrak - penyelesaian.
B. Abstrak - komplikasi - orientasi - penyelesaian - klimaks.
C. Abstrak - orientasi - komplikasi - klimaks - penyelesaian.
D. Penyelesaian - komplikasi - klimaks orientasi - penyelesaian.
E. Komplikasi - klimaks - orientasi - penyelesaian - abstrak.

4. Dalam sebuah penelitian memiliki metode penelitian dimana lebih kepada sebuah deskripsi, merupakan metode secara..
A. Kwalitatif.
B. Historis.
C. Studi kritis.
D. Studi kasus.
E. Kwantitatif.

5. Pada cerpen, gaya pengarang  bercerita disebut sebagai..
A. Penokohan.
B. Sudut pandang.
C. Tema.
D. Setting.
E. Alur.

6. Dalam hal ini, dikemukakan hasil telaah terhadap teori atau hasil-hasil penelitian sebelumnyq yangvberkqitan dengan masalah yang dirumuskan. Merupakan pengertian dari..
A. Manfaat.
B. Ruang lingkup kegiatan.
C. Latar belakang.
D. Kerangka teoritis.
E. Masalah dan tujuan.

7. Merupakan sebuah kegiatan yang diusulkan harus dijelaskan batas-batasnya. Membatasi ruang lingkup persoalan, kegiatan, sekurang-kurangnya memberikan 2 manfaat.
Pernyataan diatas merupakan pengertian dari..
A. Manfaat.
B. Ruang lingkup kegiatan.
C. Latar belakang.
D. Kerangka teoritis.
E. Masalah dan tujuan.

8. Dalam berceramah melakukan penguasaan materi, teknik-teknik yang harus diperhatikan dalam berceramah adalah dibawah berikut ini, kecuali..
A. Lafal.
B. Intonasi.
C. Gesture.
D. Pengucapan.
E. Topik yang menarik.

9. Pendeskripsian watak tokoh dapat melalui dibawah ini, kecuali..
A. Dialog.
B. Jalan pikiran tokoh.
C. Penggambaran fisik.
D. Lingkungan kehidupan tokoh.
E. Kesukaan yang dimiliki oleh tokoh.

10. Bab terakhir dalam proposal merupakan..
A. Metode penelitian.
B. Pembuka.
C. Kesimpulan.
D. Landasan teori.
E. Saran.

Jawaban:
1. A
2. B
3. C
4. E
5. B
6. D
7. B
8. E
9. E
10. A

Minggu, 10 September 2017

Teks proposal

Haii para sobat blogger..
Kali ini kita akan membahas mengenai teks proposal. Seperti apa? Yuk simakk


Proposal..
Proposal merupakan teks yg berupa permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk melakukan suatu kegiatan (penelitian). Isinya berupa sejumlah rencana kegiatan.

Kita dapat memberikan beragam komentar atau tanggapan terhadap keberadaan suatu informasi dalam proposal, yaitu berdasarkan suatu kejelasan informasi serta kelengkapan struktur ataupun susunannya.

Proposal yg baik, seharusnya adalah proposal yg berkenaan dengan kepentingan umum dan dapat mengatasi suatu permasalahan.

Struktur ataupun susunananya, proposal dibentuk oleh bagian-bagian berikut:

  • Pengenalan masalah / kegiatan yang ada didalamnya meliputi latar belakang, masalah / tujuan, ruang lingkup, manfaat dan kerangka teori yang mendasari adanya masalah / kegiatan tersebut.
  • Prosedur atau langkah-langkah penyelesaian masalah / kegiatan yang berupa metodologi penelitian, termasuk di dalamnya pelaksana kegiatan, instrumen yang dibutuhkan, lamanya waktu dan tempat pelaksanaan, serta anggaran / pembiayaan.
Berdasarkaan kaidah kebahasaan, proposal lebih mengutamakan istilah ilmiah. Dan ciri kebahasaannya: 
  • Banyak menggunakan kata kerja tindakan yang menyatakan langkah-langkah kegiatan (metode penelitian)
  • Menggunakan kata-kata yang menyatakan pendefinisian, yang biasanya ditandai oleh penggunaan kata merupakan, adalah, yaitu.
  • Menggunakan kata-kata yang bermakna perincian, seperti selain itu, pertama, kedua, ketiga.
  • Menggunakan kata-kata yang bersifat keakanan. Seperti akan, diharapkan, direncanakan. 
  • Menggunakan kata-kata bermakna lugas (denotatif). Hal ini penting untuk menghindari kesalahan pemahaman.
Penyusunan proposal harus diawali oleh analisis masalah ataupun kebutuhan di lapangan. Selanjutnya, dengan membaca berbagai literatur untuk memperkuat temuan-temuan dari lapangan tersebut.

Proposal haruslah disusun dengan memperhatikan aspek-aspek berikut:
-Struktur lengkap
-Kaidah kebahasaan benar
-Sajian menarik dan mudah dipahami.

Sekian penjelasan singkat tentang teks proposal... See you on the next time :D
(sumber gambar:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3o-S0FQXCSoqjpNYUd96c3JkN6etI1FhtQkyIcsvML-pcb-swCzP8EkNvc34qf0LwdHvuW_jQpv8goGlXXqIkzChvH9u371GrakWXWTj5bX7_q9vAb8oLTG2LymJP8K7QwtOcCqIF0NI/s1600/gambar_2.png)


Minggu, 03 September 2017

Teks Eksplanasi??

Haii, para sobat blogger..
Kesempatan kali ini, saya akan mengulas salah 1 materi yang ada pada pelajaran bahasa indonesia yaitu teks eksplanasi. Disini saya akan mengulas yang dimulai dari pengertian, struktur, ciri kebahasaan, hingga kepada contoh teks ekplanasi. Yuk kita simakk..


Pengertian Teks Eksplanasi
Teks ekplanasi merupakan teks yang lebih berisi kepada sebuah proses yang mengarah kepada 'mengapa' dan 'bagaimana' suatu peristiwa baik secara sosial, budaya dan lain-lain.
Teks yang menjelaskan fenomena ilmiah dan berisi ilmu pengetahuan. Teks yang berisi sebuah curahan hati ataupun mitos bukan-lah termasuk kedalam teks eksplanasi

Tujuan Teks Eksplanasi
-Sebagai media pembelajaran untuk mengenal yang ada di sekitar kita.
-Dapat menjelaskan suatu sebab-akibat suatu peristiwa
-Menjelaskan fenomena yang tejadi

Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Setiap teks pasti memiliki ciri khas yang membedakan teks tersebut dengan teks yang lainnya, begitu pula dengam teks yang sedang kita ulas saat ini.
- Memiliki struktur yang terdiri dari: penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
- Pengambilan muatan informasi yang berdasarkan data yang faktual.
Faktual, yang bersifat ilmiah/keilmuan, contohnya sains.
- Sifatnya informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas, maka teks eksplanasi bersifat netral.
- Menggunakan kalimat yang bersifat mengurutkan.
Seperti:
Pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya.
Pertama, berikutnya, terakhir.

Struktur Teks Eksplanasi
Pernyataan umum: berisi mengenai topik yang akan dijelaskan proses terjadinya/proses keberadaan.
Urutan sebab akibat: berisi mengenai detail penjelasan proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
Interpretasi: berisi tentang kesimpulan mengenai topik yang telah dijelaskan sebelumnya.

Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi
- Lebih berfokus kepada hal yang bersifat umum (generic). Bukan kepada partisipan manusia. Seperti: Gempa bumi, tsunami, air, udara.
- Menggunakan kalimat yang bersifat ilmiah.
- Menggunakan verba kalimat dan verba relasional (kata kerja aktif).
- Menggunakan kalimat pasif.
- Menggunakan kata penghubung (konjungsi) waktu dan kausal. Seperti: sehingga, sebelum, jika, apabila dan kemudian.
- Eksplanasi dibuat untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang dijelaskan itu, benar apa adanya.

Contoh Teks Eksplanasi
Berikut adalah contoh teks eksplanasi:
 1. Banjir
Banjir adalah sebuah peristiwa alam yang berupa meluapnya air ke daratan. Peristiwa ini biasanya muncul di kota-kota besar seperti yang banyak terjadi di wilayah Indonesia. Secara singkat banjir dapat diartikan sebagai peristiwa meluapnya air dalam jumlah yang besar dan menerjang suatu daerah. Biasanya banjir yang terjadi di kota-kota besar disebabkan karena meluapnya air sungai yang sudah tidak mampu lagi menampung air dalam jumlah besar. Secara definisi, banjir diartikan sebagai kondisi permukaan air yang sudah melebihi batasan normal. Dari beberapa pengertian tersebut, bisa disimpulkan secara singkat bahwa banjir merupakan suatu bencana alam yang wajib untuk ditanggulangi, terutama di wilayah perkotaan.
Munculnya banjir dalam suatu wilayah bisa disebabkan oleh dua faktor pemicu. Pertama, dikarenakan adanya faktor alam. Faktor alam yang dimaksudkan disini adalah terjadinya curah hujan sangat tinggi pada suatu daerah, atau letak daerah yang lebih rendah dari permukaan laut. Kedua, dikarenakan adanya faktor manusia. Faktor manusia, seperti yang banyak kita ketahui adalah kesalahan manusia yaitu penebangan hutan, serta kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Kedua faktor pemicu banjir tersebut mengakibatkan air yang datang menjadi tersumbat serta meluap ke pemukiman penduduk.
Berbagai kerugian bisa ditimbulkan oleh banjir. Kerugian ini pada akhirnya memunculkan jumlah kemiskinan yang semakin meningkat. Selain harta benda yang hilang akibat banjir, belum terhitung kerugian lain seperti terkendalanya transportasi, dan memicu munculnya penyakit seperti diare atau penyakit kulit yang semakin meraja lela. Bahkan tidak jarang banjir juga bisa menyebabkan hilangnya nyawa manusia jika terjadi secara besar-besaran. ‘
Sebagai manusia yang harusnya peduli mengenai beragam risiko banjir tersebut sudah semestinya dimulai gerakan untuk menggalakan berbagai kegiatan pencegah banjir. Mulai dari penghijauan, perbaikan saluran air, serta yang paling penting adalah menghilangkan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, diharapkan banjir tidak akan melanda pemukiman warga lagi.
Keterangan:
Paragraf pertama merupakan pernyataan umum.
Paragraf kedua dan ketiga adalah penjelas.
Paragraf keempat adalah penutup yang berisi pendapat atau interpretasi.

2. Pengangguran di Kota
Fenomena sosial yang seringkali terlihat di perkotaan adalah banyaknya pengangguran. Pengangguran di wilayah perkotaan sudah menjadi pemandangan yang lumrah karena memang tidak semua orang yang hidup di kota mampu memenuhi syarat untuk bisa bekerja. Pemandangan semacam ini sudah menjadi ciri khas perkotaan yang sebetulnya adalah masalah besar dan pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat. Penanganan untuk mengatasi banyaknya pengangguran sudah dilakukan tidak hanya sekali, namun hal tersebut masih saja menjadi masalah tahunan yang tidak bisa diselesaikan keseluruhan.

Masalah pengangguran tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di banyak negara lain yang berkembang pesat. Angka pengangguran yang semakin tinggi setiap tahun ini juga dikarenakan proses urbanisasi tidak terkontrol yang dilakukan sekelompok penduduk desa yang ingin mengadu nasib di kota. Perjuangan kehidupan yang keras di perkotaan banyak tidak disadari oleh mereka, atau banyak juga mereka yang acuh dan memilih tetap ke kota untuk berjudi nasib.

Alasan yang beragam tersebut juga diimbangi dengan faktor pendidikan yang tidak merata. Banyak diantara penduduk pendatang yang tiba di kota hanya berbekal ijazah Sekolah Menengah Atas yang pasti kalah bersaing dengan mereka yang telah lulus di tahap Strata 1. Tidak hanya masalah pendidikan, beberapa faktor seperti nepotisme jabatan juga masih menjadi kerikil bagi pengangguran saat melamar suatu pekerjaan. Perusahaan atau instansi lebih tertarik mempekerjakan mereka yang sudah berpengalaman atau mereka yang punya koneksi orang dalam. Hasilnya, hanya sebagian dari penduduk pendatang yang bisa masuk kriteria perusahaan atua instansi tersebut.

Hal yang demikian ini agaknya menjadi permasalahan bagi pemerintah pusat untuk menyediakan semakin banyak lapangan pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Selain itu, mengadakan seleksi sesuai kemampuan untuk mengurangi adanya nepotisme di kalangan instansi akan lebih menguntungkan bagi pengangguran yang sudah mencoba mengadu nasibnya di kota-kota besar.
Keterangan:
Paragraf pertama berisi tentang pernyataan umum mengenai pengangguran
Paragraf kedua dan ketiga merupakan bentuk paragraf penjelas mengenai faktor penyebab pengagguran.
Paragraf ketiga berisi mengenai interpretasi dalam mengurangi pengangguran.
(Sumber contoh: dosenbahasa.com)

Sekian ulasan tentang teks eksplanasi ya guyss.. kalo masih ada yang kurang paham, kalian bisa komen di kolom komentar ^^, have a good day, see you!!! :D


(Sumber gambar:https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT1tbw0bBh5Mrray1Wtj23GNvKK_dVEzhZDkYIOYsW4HTWL9170p9lRDa9GUg)

Minggu, 06 Agustus 2017

Yuk, Kenali Ceramah Lebih Dalam







Haii, para sobat blogger..
Kali ini, saya ingin mengulas tentang ceramah. Mulai dari pengertian, hingga bagaimana cara membuat teks ceramah tersebut.. Yuk disimak..
1. Pengertian ceramah, pidato, dan khotbah
Ceramah adalah jenis komunikasi di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi, pengetahuan, dan sebagainya. Materi yang dibawakan lebih kepada materi yang bersifat umum.
Pidato adalah pembicaraan di depan umum yang cenderung sebagai orasi. Materi yang dibawakan bersifat khusus.
Khotbah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian pengetahuan keagamaan dan ajakan untuk memperkuat keimanan.

2. Pokok-pokok informasi dalam ceramah
Pokok-pokok ceramah adalah hal atau masalah yang menjadi pusat pembicaraan dari suatu ceramah.
A. Jenis-jenis Informasi
1. Informasi berdasarkan fungsi, yaitu informasi yang bergantung pada materi dan kegunaan informasi. Informasi jenis ini adalah informasi yang menambah pengetahuan, informasi edukatif, dan informasi yang hanya menyenangkan pembaca atau bersifat fiksional (khayalan).
2. Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Informasi ini bisa dalam bentuk tulisan, seperti berita, artikel, karangan khas (feature), resensi, kolom, dan karya fiksi.
3. Informasi berdasarkan lokasi peristiwa, yaitu informasi berdasarkan tempat kejadian peristiwa berlangsung. Informasi dapat dibagi menjadi informasi daerah, nasional, dan mancanegara.
4. Informasi berdasarkan bidang kehidupan, yaitu informasi berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada. Contoh bidang-bidang dibedakan menjadi bidang pendidikan, olahraga, musik, sastra, budaya, dan iptek.

3. Menyusun bahan ceramah
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bahan ceramah, yaitu:
1. Mengenali konteks
Mengenali konteks berarti mengenal peserta ceramah dan situasinya. Isu atau topik yang disampaikan tentu akan berbeda jika audiensnya berbeda.
2. Menentukan topik
Penentuan isu ceramah tersebut sebaiknya mempertimbangkan:
a. Sesuai dengan latar belakang dan pengetahuan pendengar
b. Menarik minat
c. Ruang lingkup jelas dan spesifik
d. Sesuai dengan waktu dan situasi
3. Menyusun kerangka ceramah
Ciri-ciri kerangka ceramah yang baik adalah:
a. Meliputi tiga bagian pokok, yakni pengenalan isu, rangkaian argumen, dan penegasan kembali.
b. Mengungkapkan secara jelas
c. Setiap bagian dalam kerangka hanya mengandung satu gagasan
d. Bagian-bagian dalam kerangka karangam harus tersusun secara logis.
4. Mengumpulkan dan memilih bahan
Pengumpulan bahan dapat dilakukan dari surat kabar, contoh naskah pidato, istilah-istilah populer, cerita atau humor-humor yang relevan.
Adapun pengumpulan materi dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a. Pilih materi yang aktual
b. Pisahkan materi pokok dan materi penunjang
c. Usahakan materi padat

4. Isi dan struktur teks ceramah
A. Pengenalan isu
- topik atau gambaran permasalahan umum
B. Rangkaian argumen 
- uraian pendapat-pendapat
- fakta-fakta
C. Penegasan kembali
- simpulan
- rangkuman
- penguatan
- saran

5. Ciri-ciri kebahasaan teks ceramah
Ada beberapa kaidah atau ciri khas teks ceramah yang harus di perhatikan sebagai berikut:
a. Menggunakan kata sapaan
b. Menggunakan kata ganti orang pertama, yang merujuk pada diri penceramah itu sendiri
c. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa definisi
d. Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik penceramah
e. Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (sebab akibat)
f. Menggunakan kata-kata yang menyatakan hubungan temporal ataupun perbandingan/pertentangan
g. Menggunakan kata-kata kerja mental (mental verb)
h. Menggunakan kata-kata persuasif atau harapan

6. Mengonstruksi ceramah
A. Mengembangkan materi dari isu faktual
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan ceramah terkait penggunaan bahasanya, yakni sebagai berikut
1. Kata-kata yang dipilih harus jelas
- menggunakan istilah yang sesuai maknanya serta kata-kata yang sederhana
- menghindari istilah/kata-kata yang terlalu teknis (sulit dipahami)
2. Kata-kata yang dipilih harus tepat
- menghindari kata-kata klise atau kata-kata yang terlalu sering digunakan serta kata-kata yang tidak sopan atau vulgar
- berhati-hati dalam menggunakan bahasa gaul dan bahasa serapan
- tidak menggunakan eufimisme yang berlebihan
3. Kata-kata yang dipilih harus menarik
- memilih kata-kata yang langsung menyentuh khalayak
- menggunakan kata-kata yang bernuansa dan bahasa figuratif (bermajas)
B. Menyunting teks ceramah
Ketika menyunting teks ceramah, kita harus:
1. Mengetahui cara penulisan yang baik
2. Memahami masalah yang dibahas
3. Memahami aturan-aturan kebahasaan
Adapun proses dan langkah-langkah menyunting adalah sebagai berikut:
1. Memastikan teks ceramah yang akan disunting sudah dalam bentuk yang dikembangkan
2. Menyediakan bahan-bahan pemandu penyuntingan seperti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Selain itu, perlu dipersiapkan buku acuan tentang teknik penulisan berceramah
3. Mencermati bahan suntingan secara cermat, baik berkenaan dengan cara penyajian, isi, dan bahasanya
4. Memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam bahan suntingan secara benar dengan berpedoman pada sumber-sumber yang bisa di percaya.
C. Teknik-teknik berceramah
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berceramah adalah:
1. Lafal, yaitu cara mengungkapkan kata atau bungi bahasa.
2. Intonasi atau nada, yaitu naik turunnya lagu kalimat.
3. Sikap tubuh, ketika berbicara sikap tubuh haruslah dinamis atau bervariatif, yakni disesuaikan dengan isi pembicaraan, suasana, tempat dan kondisi para pendengar.
D. Menanggapi ceramah
Salah satu cara untuk menanggapi ceramah yaitu dengan mengajukan pertanyaan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengajukan pertanyaan:
1. Jelaskan latar belakang atau sebab-sebab timbulnya pertanyaan
2. Sampaikan pertanyaan dengan jelas dan tidak berbelit-belit
3. Gunakan pilihan kata dan nada bicara yang santun

Sekian ulasan tentang ceramah. Have a nice day, see you on the next post !!!! ^^


Sabtu, 22 Juli 2017

Teks Anekdot

Haii para sobat blogger,
Kali ini, saya ingin mengulas sedikit informasi mengenai teks anekdot. Teks anekdot sendiri, adalah salah 1 materi yang ada dikelas 10. Disini, saya akan membahas mengenai definisi, tujuan, struktur, ciri teks,ciri kebahasaan, serta contoh tentang teks anekdot, secara singkat dan jelas ya..



Definisi Teks Anekdot
Teks anekdot merupakan teks singkat yang lucu dan menarik, yang dapat menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot sendiri, selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya. Teks ini dapat di buat menjadi pantun, puisi, maupun cerita sederhana.

Tujuan Teks Anekdot 
Setiap teks memiliki tujuan mengapa teks tersebut diciptakan. Dan tujuan dari teks anekdot adalah
1.Untuk menghibur yang membacanya
2.Berisi sebuah sindiran halus untuk mengkritik
3.Untuk membangkitkan tawa para pembacanya

Struktur Teks Anekdot 
Teks anekdot memiliki struktur:
1. Abstraksi : Cerita pembuka yang menggambarkan awal cerita.
2. Orientasi : peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita (membangun konteks pembaca).
3. Krisis : Menggambarkan keadaan yang genting ( awal mulai terjadi konfliks).
4. Reaksi : Tanggapan tokoh terhadap konfliks yang muncul.
5. Koda : Akhir cerita.

Ciri Teks Anekdot
Merupakan ciri khas yang terdapat pada teks anekdot secara keseluruhan:
1. Memiliki tujuan mengkritik.
2. Bersifat menggelitik.
3. Lebih dekat dengan perumpamaan tentang dongeng.

Ciri Kebahasaan Teks Anekdot 
Merupakan ciri khas yang membedakan teks anekdot dengan teks lainnya, jika dilihat melalui struktur kebahasaannya:
1. Menggunakan kata bias (kata yang tidak memiliki makna sebenarnya).
2. Menggunakan kalimat sindiran, pengandaian, lawan kata.
3. Menggunakan pertanyaan restoris (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban).
4. Terdapat kata benda.
5. Menggunakan konjungsi (kata hubung).
6. Kalimat yang menyatakan ajaran (pesan moral).

Contoh Teks Anekdot 
Teks anekdot dapat kita jumpai dalam berbagai variasi dan bentuk. Seperti contoh yang ada di bawah ini:
1. Dalam sebuah dialog
TUKANG ROTI
Suatu hari ada tukang roti yang lewat depan rumah, terus teman gue si Enggar manggil. Tidak lama kemudian tukang roti tersebut datang menghampiri kami yang lagi duduk santai di taman depan rumah.
E: “Roti apa aja yang ada bang ?”
TR: “Macam-macam, dek."
E: “Yang ini roti rasa apa yah bang ?”
TR: “Yang ini coklat.”
E: “Kalau yang ini rasa apa bang ?”
TR: “Ini rasa strawberry dek.”
E: “Kalau ini rasa apa bang ?”
TR: “Kalau yang ini rasa nanas dek.”
E: “Terus rotinya mana bang ? dari tadi kok ngomongnya buah-buahan terus ? emangnya abang jual buah apa jual roti ? Kalo kaya gini caranya gue enggak jadi beli bang.”
TR : *Hening*Seketika itu tukang roti mendadak pingsan.
Bagian-Bagian Struktur dari Teks Anekdot Tukang Roti :
a. Abstraksi : Suatu hari ada tukang roti lewat depan rumah
b. Orientasi : Temen gue Enggar manggil
c. Krisis : Terus rotinya mana bang ? dari tadi kok ngomongnya buah-buahan terus ? emangnya abang jual buah apa jual roti ? Kalo kaya gini caranya gue enggak jadi beli bang.
d. Reaksi : Suasana menjadi hening
e. Koda : Seketika itu tukang roti mendadak pingsan
(sumber cerita:http://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu/)
2. Dalam aransemen lagu
Burung Kakak Tua 
Burung kakak tua
Hingga di jendela
Kita di sekolah
Bukan di TPA

Obat kakak manjur
Tapi kakak jutek
Kita semua jujur
Tapi tukang nyontek 
[reff:]
les bum, les bum, les bum lalala (3x)

Inilah sekolah kita~

Masih banyak teks anekdot yang dapat kita bentuk, selain kita ubah menjadi dalam bentuk cerita, maupun bentuk aransemen lagu. Kalian bisa mengubahnya menjadi sebuah pantun yang indah, ataupun puisi yang puitisss.
Sekian informasi mengenai teks anekdot, Have a nice day, see you on the next post!!!:D

(Sumber gambar:https://www.google.co.id/search?q=teks+anekdot&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwic68DH_sHVAhXJv48KHTfnAM4Q_AUICigB&biw=1366&bih=662#imgrc=k7u3UEvrH9xx3M:)

Resensi Buku Non Fiksi ADVANCED LEARNING GEOGRAPHY 2

Haii.. Kali ini saya ingin memperkenalkan sekaligus meresensi tentang salah satu buku yang berjenis non fiksi. Yuk langsung aja!! Id...