Laman

Minggu, 03 September 2017

Teks Eksplanasi??

Haii, para sobat blogger..
Kesempatan kali ini, saya akan mengulas salah 1 materi yang ada pada pelajaran bahasa indonesia yaitu teks eksplanasi. Disini saya akan mengulas yang dimulai dari pengertian, struktur, ciri kebahasaan, hingga kepada contoh teks ekplanasi. Yuk kita simakk..


Pengertian Teks Eksplanasi
Teks ekplanasi merupakan teks yang lebih berisi kepada sebuah proses yang mengarah kepada 'mengapa' dan 'bagaimana' suatu peristiwa baik secara sosial, budaya dan lain-lain.
Teks yang menjelaskan fenomena ilmiah dan berisi ilmu pengetahuan. Teks yang berisi sebuah curahan hati ataupun mitos bukan-lah termasuk kedalam teks eksplanasi

Tujuan Teks Eksplanasi
-Sebagai media pembelajaran untuk mengenal yang ada di sekitar kita.
-Dapat menjelaskan suatu sebab-akibat suatu peristiwa
-Menjelaskan fenomena yang tejadi

Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Setiap teks pasti memiliki ciri khas yang membedakan teks tersebut dengan teks yang lainnya, begitu pula dengam teks yang sedang kita ulas saat ini.
- Memiliki struktur yang terdiri dari: penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
- Pengambilan muatan informasi yang berdasarkan data yang faktual.
Faktual, yang bersifat ilmiah/keilmuan, contohnya sains.
- Sifatnya informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas, maka teks eksplanasi bersifat netral.
- Menggunakan kalimat yang bersifat mengurutkan.
Seperti:
Pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya.
Pertama, berikutnya, terakhir.

Struktur Teks Eksplanasi
Pernyataan umum: berisi mengenai topik yang akan dijelaskan proses terjadinya/proses keberadaan.
Urutan sebab akibat: berisi mengenai detail penjelasan proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
Interpretasi: berisi tentang kesimpulan mengenai topik yang telah dijelaskan sebelumnya.

Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi
- Lebih berfokus kepada hal yang bersifat umum (generic). Bukan kepada partisipan manusia. Seperti: Gempa bumi, tsunami, air, udara.
- Menggunakan kalimat yang bersifat ilmiah.
- Menggunakan verba kalimat dan verba relasional (kata kerja aktif).
- Menggunakan kalimat pasif.
- Menggunakan kata penghubung (konjungsi) waktu dan kausal. Seperti: sehingga, sebelum, jika, apabila dan kemudian.
- Eksplanasi dibuat untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang dijelaskan itu, benar apa adanya.

Contoh Teks Eksplanasi
Berikut adalah contoh teks eksplanasi:
 1. Banjir
Banjir adalah sebuah peristiwa alam yang berupa meluapnya air ke daratan. Peristiwa ini biasanya muncul di kota-kota besar seperti yang banyak terjadi di wilayah Indonesia. Secara singkat banjir dapat diartikan sebagai peristiwa meluapnya air dalam jumlah yang besar dan menerjang suatu daerah. Biasanya banjir yang terjadi di kota-kota besar disebabkan karena meluapnya air sungai yang sudah tidak mampu lagi menampung air dalam jumlah besar. Secara definisi, banjir diartikan sebagai kondisi permukaan air yang sudah melebihi batasan normal. Dari beberapa pengertian tersebut, bisa disimpulkan secara singkat bahwa banjir merupakan suatu bencana alam yang wajib untuk ditanggulangi, terutama di wilayah perkotaan.
Munculnya banjir dalam suatu wilayah bisa disebabkan oleh dua faktor pemicu. Pertama, dikarenakan adanya faktor alam. Faktor alam yang dimaksudkan disini adalah terjadinya curah hujan sangat tinggi pada suatu daerah, atau letak daerah yang lebih rendah dari permukaan laut. Kedua, dikarenakan adanya faktor manusia. Faktor manusia, seperti yang banyak kita ketahui adalah kesalahan manusia yaitu penebangan hutan, serta kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Kedua faktor pemicu banjir tersebut mengakibatkan air yang datang menjadi tersumbat serta meluap ke pemukiman penduduk.
Berbagai kerugian bisa ditimbulkan oleh banjir. Kerugian ini pada akhirnya memunculkan jumlah kemiskinan yang semakin meningkat. Selain harta benda yang hilang akibat banjir, belum terhitung kerugian lain seperti terkendalanya transportasi, dan memicu munculnya penyakit seperti diare atau penyakit kulit yang semakin meraja lela. Bahkan tidak jarang banjir juga bisa menyebabkan hilangnya nyawa manusia jika terjadi secara besar-besaran. ‘
Sebagai manusia yang harusnya peduli mengenai beragam risiko banjir tersebut sudah semestinya dimulai gerakan untuk menggalakan berbagai kegiatan pencegah banjir. Mulai dari penghijauan, perbaikan saluran air, serta yang paling penting adalah menghilangkan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, diharapkan banjir tidak akan melanda pemukiman warga lagi.
Keterangan:
Paragraf pertama merupakan pernyataan umum.
Paragraf kedua dan ketiga adalah penjelas.
Paragraf keempat adalah penutup yang berisi pendapat atau interpretasi.

2. Pengangguran di Kota
Fenomena sosial yang seringkali terlihat di perkotaan adalah banyaknya pengangguran. Pengangguran di wilayah perkotaan sudah menjadi pemandangan yang lumrah karena memang tidak semua orang yang hidup di kota mampu memenuhi syarat untuk bisa bekerja. Pemandangan semacam ini sudah menjadi ciri khas perkotaan yang sebetulnya adalah masalah besar dan pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat. Penanganan untuk mengatasi banyaknya pengangguran sudah dilakukan tidak hanya sekali, namun hal tersebut masih saja menjadi masalah tahunan yang tidak bisa diselesaikan keseluruhan.

Masalah pengangguran tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di banyak negara lain yang berkembang pesat. Angka pengangguran yang semakin tinggi setiap tahun ini juga dikarenakan proses urbanisasi tidak terkontrol yang dilakukan sekelompok penduduk desa yang ingin mengadu nasib di kota. Perjuangan kehidupan yang keras di perkotaan banyak tidak disadari oleh mereka, atau banyak juga mereka yang acuh dan memilih tetap ke kota untuk berjudi nasib.

Alasan yang beragam tersebut juga diimbangi dengan faktor pendidikan yang tidak merata. Banyak diantara penduduk pendatang yang tiba di kota hanya berbekal ijazah Sekolah Menengah Atas yang pasti kalah bersaing dengan mereka yang telah lulus di tahap Strata 1. Tidak hanya masalah pendidikan, beberapa faktor seperti nepotisme jabatan juga masih menjadi kerikil bagi pengangguran saat melamar suatu pekerjaan. Perusahaan atau instansi lebih tertarik mempekerjakan mereka yang sudah berpengalaman atau mereka yang punya koneksi orang dalam. Hasilnya, hanya sebagian dari penduduk pendatang yang bisa masuk kriteria perusahaan atua instansi tersebut.

Hal yang demikian ini agaknya menjadi permasalahan bagi pemerintah pusat untuk menyediakan semakin banyak lapangan pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Selain itu, mengadakan seleksi sesuai kemampuan untuk mengurangi adanya nepotisme di kalangan instansi akan lebih menguntungkan bagi pengangguran yang sudah mencoba mengadu nasibnya di kota-kota besar.
Keterangan:
Paragraf pertama berisi tentang pernyataan umum mengenai pengangguran
Paragraf kedua dan ketiga merupakan bentuk paragraf penjelas mengenai faktor penyebab pengagguran.
Paragraf ketiga berisi mengenai interpretasi dalam mengurangi pengangguran.
(Sumber contoh: dosenbahasa.com)

Sekian ulasan tentang teks eksplanasi ya guyss.. kalo masih ada yang kurang paham, kalian bisa komen di kolom komentar ^^, have a good day, see you!!! :D


(Sumber gambar:https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT1tbw0bBh5Mrray1Wtj23GNvKK_dVEzhZDkYIOYsW4HTWL9170p9lRDa9GUg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resensi Buku Non Fiksi ADVANCED LEARNING GEOGRAPHY 2

Haii.. Kali ini saya ingin memperkenalkan sekaligus meresensi tentang salah satu buku yang berjenis non fiksi. Yuk langsung aja!! Id...