Berulang kali aku terluka dengan diriku sendiri. Berulang kali, aku membenci diriku sendiri. Aku benci saat aku menyadari bahwa aku telah mempunyai sebuah rasa yang lebih. Rasa dari sepasang sahabat.
Aku pun meraih sebuah telepon gengam, lalu menarik nafas panjang. Aku mencoba menghubungi seseorang. Dave orangnya.
"Janet? Ada apa?" Ucap Dave saat menerima teleponku. "Tidak.. apa yang sedang apa kau lakukan? Apa kau sedang sibuk?"
"Aku hanya sedang mengurus Cody, anjing kecil kesayangan adikku. Dia sedang ada urusan jadi dia meminta tolong kepada ku untuk mengurusnya." Jelas Dave. "Bisakah setelah kau mengurus Cody, kita bertemu di taman?" "Boleh saja.." jawab Dave, mengiyakan permintaanku. "Sebentar lagi aku selesai, dan setelah itu aku akan segera kesana." Lanjut Dave. "Baiklah aku akan menunggumu."
Akupun segera bersiap. Cuaca yang sejuk namun sedikit dingin memutuskanku untuk menggunakan sweater merah kesayanganku sebagai baju atasanku, dan menggunakan rok hitam lebar selutut dipadu dengan tas slempang juga dengan sepatu flat shoes. Tidak lupa, aku juga membawa kotak hadiah yang akan aku berikan kepada Dave.
Sebelum aku benar akan menghampiri Dave ditaman, aku mampir ke sebuah toko kelontong untuk dapat menghiasi kotak polos berwarna putih itu.
Aku pun segera
datang dan mengampirinya. ”M.. ma.. maaf aku terlambat datang.” Aku pun segera
meminta maaf dengan nafas yang masih terengah-engah. “Kau pikir, aku sudah
berapa lama berada disini? Aku sudah menunggumu sudah sejak tadi.” Protes Dave.
“ya.. ya maaf.” “Apa kau tahu, aku sudah
berada disini sejak 5 menit yang lalu?” Dengan santainya Dave membanggakan
dirinya yang hanya datang 5 menit lebih awal. Aku pun langsung menggelitik
perutnya, yang menjadi titik kelemahan Dave dan kami pun tetawa bersama.
Aku duduk
disebelah Dave. “Jadi, ada apa?” Ucap Dave. Aku pun menyerahkan sebuah kotak
putih dengan balutan pita yang berwarna biru muda, warna kesukaan Dave “Selamat
ulang tahun, Dave.” Dia pun menatapku dan tersenyum lebar, kegembiraan seperti
seorang anak kecil yang baru saja mendapat sebuah kado. Senyuman manis yang
bisa membuat setiap wanita dapat meleleh ketika melihatnya. Begitu-lah yang
diucapkan oleh teman-teman wanitaku tentang Dave, awalnya aku tidak setuju.
Tapi begitu aku perhatikan, aku benci mengatakan bahawa aku setuju dengan apa yang mereka katakan tentang
Dave. "Maaf aku terlambat mengatakannya dan maaf aku tidak datang saat acara
waktu itu.” Lanjutku. Tidak tahan dengan senyuman Dave, aku pun segera berdiri
“Kupikir itu saja.. aku akan pulang dan..” tiba-tiba Dave menahan tangan ku.
Aku pun spontan ingin melepaskannya secara perlahan tapi dia menahannya lebih
erat. “Apa kau sibuk?” tanya Dave. “hmm, tidak..” “Kalau begitu, aku ingin
mengajakmu ke suatu tempat.” Dia pun berjalan lebih dulu, tanpa melepaskan gengaman
tangannya. “hey.. tidak bisakah, kau
melepaskan tanganmu? Aku yakin kau juga pasti tidak ingin membuat orang-orang
yang melihat kita menjadi salah faham bukan?” Aku tahu dia mendengarnya. Tapi
dia tidak menjawab, dan mengabaikan apa yang aku katakan. Sering kali aku
mencoba melepaskan gengamannya dan beberapa kali aku pun berhasil saat dia
tidak menyadarinya, tapi dia pun melakukannya kembali. Harus kuakui,benar
tangannya yang lebar membuat gengaman tangannya begitu hangat dan begitu
nyaman. Tapi aku juga tidak ingin dia mengetahui aku menyukainya.
“Kita sampai..”
Ucap Dave, dia pun melepaskan tanganku. Seketika aku merindukan gengamannya
yang hangat itu. Aku pun melihat sekeliling dan baru menyadari dia membawa ke
sebuah event festival tahunan yang sudah lama aku ingin kunjungi. Aku pun
langsung melihat kearahnya dan tersenyum lebar. “Pilihanku tidak salah, bukan?”
Ujar Dave sambil mengangkat satu alisnya. “Ba.. bagaimana kau tahu, aku ingin
kesini?” “Hmm.. Insting.” Aku hanya tertawa mendengar jawaban yang dilontarkan
oleh Dave. Sejujurnya aku pun tidak yakin dengan jawaban tersebut. Tapi aku
tidak peduli.
Festival tersebut
begitu ramai dikunjungi oleh pengunjung.
Tetapi kami pun tetap menikmati acara tersebut. Kami pun datang dan
mengunjungi hampir satu per satu stand yang ada disana. Tanpa aku sadari, aku
melihat banyak orang yang memakan permen kapas dan aku melihat peristiwa
seorang anak perempuan yang sedang merengek kepada ibunya untuk dibelikan
permen kapas dan tanpa banyak basa basi, sang ibu pun mengambulkan permintaan
sang anak. Akupun termenung dan tersenyum melihat anak tersebut, memikirkan sebuah
kejadian yang hampir serupa yang pernah aku lakukan dulu. Membuatku semakin
merindukan manisnya lelehan permen tersebut. Akupun segera berbalik badan
“Dave.. ayo temani aku membeli per..” Belum selesai dengan ucapanku, akupun
baru menyadari dia sedang berdiri dengan 2 permen kapas yang aku inginkan.
“Ini..” dia menyodorkan 1 permen kapas yang ada ditangannya. “Ini yang kau
inginkan bukan?” Aku pun tersenyum
sambil memicingkan mata, seolah tidak percaya dengan apa yang dilakukannya
untukku. “Kau melihat orang-orang yang
memegang permen kapas, seperti orang yang ingin merebut makanan mereka. Apa kau
tidak menyadarinya? Bagaimana jika orang lain melihatnya juga?” Aku pun tertawa
geli mendengar pernyataan yang Dave katakan tentang diriku.
Kamipun
melanjutkan petualangan kami di festival tersebut, sambil menyantap permen
kapas layaknya seperti kekasih. Tapi 1 hal yang salah, hubungan kami tidak
lebih dari sepasang sahabat.
Puncak acara pun
tiba. Kembang api yang begitu indah pun mewarnai langit gelap yang hanya
dipenuhi oleh bintang kecil yang berkelap kelip. Semua orang pun langsung
tertuju pada indahnya letusan kembang api tersebut. Begitu pun aku dan Dave.
Kamipun langsung menatap langit indah tersebut. “Janet..” Ucap Dave memanggil
namaku. “ Ya?” membuat menjadi berhadapan dengannya. Davepun sedikit membungkuk dan wajahnya
sedikit mendekat disertai dengan senyuman khas, membuat aku begitu berdebar
kencang. Seolah semua ini tampak tidak nyata dan hanya sebuah mimpi.
Tapi 1 hal yang aku tahu, ini nyata. Dibawah letusan kembang api, dia
mengucapkan sebuah kalimat dengan perlahan. “Jadi-lah pacarku.. Janet.”

Suka banget sama ceritanya. Lanjutkan dong thor
BalasHapusWkwkwkw ampun mbak keren bgt
BalasHapuswow keren
BalasHapusππππkeren abisππππ
BalasHapusceritanya kerennππ
BalasHapusBagusss ππ
BalasHapusWow !
BalasHapusKerennn
BalasHapusKeren ππ
BalasHapusTop ππ
BalasHapusakan lebih baik jika lebih dirapihkan, tapi ceritanya woaw :)
BalasHapusCerita ini, sungguh menjelaskan bahwa pertemanan itu sangatlah indah, meskipun ada sedikit kerumitan saat berhalang dengan cinta, namun saat itu lah sebuah inti sari dari pertemanan itu ditemukan. Nice Work π
BalasHapuscerita yang menarik!! ππ»ππ»
BalasHapuskeren ceritanya, apa lagi di endingnya!
BalasHapusJalan ceritanya menarik��
BalasHapusBagus banget ceritanya πππ
BalasHapusBagus ππ
BalasHapuskeren bgtt
BalasHapusCeritanya keren banget, trus inspiratif. Suka banget hehe
BalasHapusCeritanya bagus
BalasHapuspengalaman sendiri banget ya sisπ, ditunggu nextnya.. semoga makin keren yaπ
BalasHapusBagus πππ
BalasHapusKeren thor ❤
BalasHapusWalaupun ada beberapa pengunaan kata yang kurang efektif. Overall bagus dan ceritanya menarik untuk diikuti. Nice work thor.
BalasHapusceritanya bagus
BalasHapusunchyyy suka bgt sama ceritanya smpe baperr, ditunggu kelanjutannyaaππ
BalasHapusLope lope writter wkwk
BalasHapusditunggu next story yaa
BalasHapusBagus critanya. Apalagi endingnya, bs bkin para pembaca yg lg di situasi yg sm kyk cerita envy nih wkwkw
BalasHapusWuih bagus ceritanya , mantapp
BalasHapusaduhh siss melting eyy
BalasHapusKeren bangettttttt.. sukakk
BalasHapussemangat terus thor!
BalasHapusbagus ceritanya, mantap!
BalasHapussuka banget sama katakatanyaa..
BalasHapusWahh keren!
BalasHapusNgenak banget nih kisahnya ππ
BalasHapusKalau buat season ke2 keknya boleh nih..
BalasHapusMendalam sekali, namun seakan2 dave ini menahan langkah temannya dengan mengungkapkan perasaannya.
BalasHapusBagus endingnya,terus berkarya
BalasHapusBagus ceritanya
BalasHapusEnding nya happy!! Terus berkarya !
BalasHapusKeren sis ceritanya
BalasHapusaduh nyentuh banget di
BalasHapushati
eaaa
bagus! ditunggu kelanjutannya ya.
BalasHapusJudul : Aku dan Kisahku
BalasHapusPengarang : Sisca Cahyadi
Kelebihan : -Pengarang mampu menuliskan cerita dengan kata-kata yang menuntun pembaca ke dalam suasana cerita
-Pengarang menjelaskan alur cerita dengan tidak berbelit-belit
Kelemahan : -Terdapat kata-kata berulang yang tidak diperlukan.
-Peletakan paragraf kedua kurang tepat.
Saya merekomendasikan cerita "Aku dan Kisahku" karena memiliki gaya bahasa yang mampu membawa pembaca ke dalam suasana cerita , hal lainnya cerita tersebut mudah dipahami , namun kekurangannya hanya terdapat pada kelebihan kata berulang dan peletakan paragraf yang kurang tepat.
Trims yaa buat review cerpennya, sangat membantu..^^
Hapus